Kamis, 21 November 2019

HARI SANTRI ; Sebuah Persembahan Istimewa di Penghujung Tahun 2017


PCNU Sumenep kembali hadir memeriahkan hari santri (22 Oktober) dengan berbagai kegiatan dan perlombaan yang melibatkan masyarakat dan pesantren sekabupaten. Ini menunjukkan bahwa PCNU Sumenep sangat antusias menyambut hari santri dan ikhlas mengabdi pada negeri lewat kegiatan dan perlombaan yang diadakan.
Kami, masyarakat sekaligus santri di Kabupaten Sumenep menyambut bahagia adanya kegiatan tersebut. Kami akan coba unjuk kemampuan diri dan bersaing dengan pesantren-pesantren yang ada di kabupaten sumenep. Predikat sebagai  pesantren kecil tidak menjadi penghalang untuk meraih juara bersama pesantren-pesantren besar.
Kuantitas santri di PP. Mambaul Ulum Ganding bagi kami bukan satu-satunya barometer kemajuan pesantren, tapi kualitas santri dan pesantrennyalah yang menjadi pijakan. Kami akan jadikan ajang perlombaan ini sebagai motivasi untuk lebih giat lagi belajar. Juara bukanlah target utama, tapi berani tampil bersaing adalah wujud yang di damba.
Kami tidak mau hanya disebut santri yang “bagai katak dalam tempurung”. Kami ikut lomba untuk mengasah kemampuan diri dan mengadopsi kemampuan dari peserta yang lain. Kami sadar, di atas langit masih ada langit lagi. Pesantren tempat kami nyantri sangat bangga dikala santrinya ikut ajang perlombaan meski juara tidak bisa dipersembahkan.
Akhirnya, kami dapat menguasai perlombaan. Kami menyabet dua sekaligus dalam kategori perlombaan baca kitab kuning. Dalam masing-masing kategori kami mampu menjadi juara kedua dan ketiga.  Alhamdulillah, air mata bahagia membasahi tempat sujud syukur kami. Kami seakan-akan tidak percaya pada kenikmatan Tuhan ini. Kami menjadi pesantren terbanyak menyabet juara dalam bidang baca kitab kuning. Ternyata nama asing pesantren kami di mata juri justru membuat peserta yang  lain bertanya-tanya seraya kurang percaya. Sama sekali tidak ada yang mengenali pesantren kami. Bahkan ada yang berkata  “ternyata di daerah terpencil itu ada pesantren kalian ya?” Kantor PCNU Sumeneplah yang menjadi saksi bersejarah itu.

Kunci keberhasilan kami adalah restu dan doa pesantren, bukan semata-mata kemampuan yang dimiliki. Hasil yang kami raih di Tahun 2017 ini sama sekali tidak membuat kami berbangga diri, justru menjadi tantangan besar bagi kami kedepannya. Karena meraih predikat juara itu jauh lebih mudah daripada mempertahankannya. Intinya kami terus belajar, terus ngaji, dan terus mengabdi. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

SANTRI MUGA